Posko KKN 17 Desa Alaskokon

Pengantaran mahasiswa KKN 17 oleh Kapolsek Modung ke Desa Alaskokon.

Rapat dengan aparatur Desa Alaskokon

Pemaparan seluruh program kerja KKN 17 di Desa Alaskokon kepada seluruh aparatur Desa.

Dokumentasi Proker Dodol Jagung

Pelatihan pembuatan Dodol Jagung dari Mahasiswa KKN 17 kepada warga Desa Alaskokon.

Dokumentasi Proker Kerajinan Kulit Jagung

Pelatihan kerajinan dari kulit jagung kepada pemuda-pemuda Desa Alaskokon.

Proker Pagi Refresing KKN 17

Selesai pelaksanaan proker Pagi Refresing KKN 17.

Senin, 06 Februari 2017

KEHIDUPAN

CERITA MANISKU DENGAN DESA ALASKOKON, DAN KKN 17


Dalam perjalanan hidup pasti ada yang namanya  guru terbaik, selain dalam hal ilmu pengetahuan dibidang ilmu formal dan non formal ada lagi guru yang tidak pernah kita bisa sadari bahwa itu merupakan guru yang bisa membuat seseorang mengetahui segala hal yang ada di kehidupan nyata yaitu pengalaman, pengalaman merupakan perjalanan hidup yang pasti setiap orang memilikinya, tanpa terkecuali saya dengan sepenggal cerita kecil di desa alaskokon bersama teman-teman baru saya sesama mahasiswa KKN 17 UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Hal ini merupakan cerita sekaligus pengalaman hidup saya yang sebagian besar belum saya jumpai di kehidupan kampus dan yang tidak pernah saya bisa lupakan dalam hidup saya, disini saya banyak belajar bagaimana cara bersosialisasi yang baik di masyarakat dengan mengguanakan adat istiadat serta akhlakul karimah yang baik, banya sekali cerita yang terselip selama satu bulan ini di desa Alaskokon. Waktu singkat yang dilalui selama berada di desa alaskokon bersama masyarakat alskokon yang sudah menganggap anak-anak KKN seperti keluarganya sendiri membuat rasa nyaman berada di desa alaskokon, kehangatan masyarakatnya serta keinginan yang tinggi untuk berubah menjadi masyarakat yang lebih baik membuat saya tersentuh untuk lebih lama lagi mengabdi di desa alaskokon ini. Disini saya hanya bisa menyampaikan sedikit apa yang dibutuhkan masyarakat alskokon dibidang pendidikan yang rata-rata pemudanya  mempunyai  semangat yag tinggi supaya bisa mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak hanya putus di tingkat sekolah SMK/SMA dengan memberikan harapan besar berupa bantuan gratis untuk bisa kuliah di UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Selain dari masyarakat alaskokon, teman-teman baru saya sesama mahasiswa KKN selama melakukan pengabdian telah membuat pengalaman hidup dalam pengabdian yang saya  laksanakan semakin berwarna susah senang kita lalui bersama di posko KKN. Kesalah fahaman pasti terjadi pada setiap kelompok yang dikarenakan banyaknya pemikiran yang berbeda-beda, tetapi hal seperti itulah yang membuat semua perjalanan selama satu bulam pengabdian menjadi warna sekaligus rasa manis tersendiri didalam pengalaman hidup saya. Untuk sahabatku dan masyarakat alaskokon yang saya cintai, saya  ucapakan banyak terimakasih atas warna yang telah kalian berikan dalam kehidupan saya yang selamanya tidak akan pernah saya lupakan.

AKU DAN ALASKOKON

SEPENGGAL KISAH TENTANG, AKU, ALASKOKON, DAN KKN 17

Pengalaman merupakan sebagian cerita kecil yang pernah dimiliki oleh setiap tubuh yang bernyawa. Pengalaman bisa dijadikan alat perekam pula untuk mengingat apakah itu berdampak baik atau berdampak buruk bagi setiap diri manusia. Sedikit ulasan tentang pengalaman, saya sendiri akan menceritakan secuil kisah pengalaman yang saya dapat namun mempunyai dampak yang lumayan hebat untuk membangun pribadiku sendiri bagaimana menjadikan seorang manusia yang menuai banyak manfaat terhadap orang orang disekililing kita, bagaimana menjadi rangkaian bunga yang memberikan keharuman untuk orang orang yang tinggal disekeliling kita, bagaimana menjadi sebuah pelangi yang memberikan keindahan melalui warna yang ia punya meskipun hanya sekedip saja adanya akan tetapi ia memberikan kebahagiaan bagi setiap orang yang melihatnya. Nah, tentang pengalaman yang telah saya petik disini, didesa ini, ditempat ini, dirumah ini, dan kebahagiaan ini adalah sepenggal kisah yang telah saya lalui selama 26 hari bersama keluarga baru saya yaitu kelompok KKN 17 Desa Alaskokon Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan.
            Saya dan teman teman semua diutus oleh kampus tercinta kami Universitas Trunojoyo Madura untuk memberikan pengabdian dan menuangkan semua ilmu kami kepada warga desa Alaskokon. Sempat timbul rasa ragu pada awalnya, rasa tidak betah ingin pulang, yang biasanya tidur di atas sofa empuk, yang biasanya bangun tidur langsung makan, dan masih banyak lagi yang biasanya. Tapi, sejak 26 hari yang lalu saya merasa banyak melakukan hal yang belum biasa bahkan belum pernah saya lakukan. Disini, didesa ini saya melihat banyak panorama kehidupan yang belum pernah saya saksikan sebelumnya, kehidupan yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kehidupan didesa saya. Disini, didesa ini saya mendapat banyak pandangan, yang salah satunya adalah bukan hanya masyarakat perkotaan saja yang berhak mendapat pendidikan layak tapi masyarakat pedesaan terpencilpun juga layak bahkan sangat layak untuk mengenyam pendidikan sampai ke jenjang yang tinggi, saya dan teman teman KKN 17  sebagai mahasiswa yang bisa juga dikatakan sebagai “agent of change” berhak menyadarkan mereka tentang bagaimana manfaat dan pentingnya pendidikan itu.
            Berbagai macam kegiatan saya lakukan disini, seperti penyuluhan kepada para masyarakat  dan tidak lupa juga kepada anak anak didesa ini. Antusias dari masyarakat desa Alaskokon selama saya dan teman teman KKN 17  melakukan kegiatan merupakan kebanggaan tersendiri, hal itu membuktikan bahwa saya dan teman teman KKN 17 diterima dengan senang hati dan rasa keterbukaan yang tinggi oleh para masyarakat desa Alaskokon. Semua hal yang awalnya saya takutkan, ragukan, tidak betah dan ingin pulang saya tepis perlahan dan menghilang bersama waktu dan banyaknya kegiatan yang saya jalankan. Karena KKN ini saya banyak mengerti tentang makna apa itu “menjaga”, bagaimana menjaga keegoisan, bagaimana menjaga keangkuhan, bagaimana menjaga diri, bahkan bagaimana menjaga antar sesama agar tidak timbul perpecahan. Saya dari lubuk hati yang terdalam mengucapkan “Terima kasih  kepada keluarga baruku KKN 17, terima kasih warga desa Alaskokon dan terima kasih semuanya, semoga Allah selalu memberikan perlindungan, keberkahan, dan keselamatan bagi kita semua. Semoga kita KKN 17 dirundung kesuksesan nanti di masa depan, dan semoga kita tidak saling melupakan tentang sepenggal kisah yabg telah menjadi kenangan selama 26 hari kita menjadi keluarga.

CELOTEH KITA

“Great Team in a Great Village”

Oleh Madiah Dp
“Wahai kalian yang telah bersama dalam lingkaran 17 ini, keluarga kecil baru di desa Alaskokon ini, perkataan jelas tak bisa ku ucap untuk menggambarkan semua tentang kalian, hanya sambungan kata kecil yang saya utarakan mempunyai arti yang menceritakan kisah kebersamaan kita. Semua itu, terangkai ketika mata ini melihat sembari bibir ini tersenyum. Ketahuilah, telinga ini akan selalu ingin mendengar tawa kalian, mata ini akan selalu ingin melihat tingkah aneh kalian, kaki ini akan selalu ingin melangkah bersama kalian, dan tangan ini akan selalu ingin bersama kalian ketika memperkenalkan jargon dengan 2 jempol yang terangkat kedepan, SIAPA KITA… 17
Kami berdiri di atas tandusnya tanah berkaratnya musim yang telah berganti dan membuat lemahnya percikan-percikan air yang meneduhkan bumi. Tetesan hanya sebuah harapan bagi suburnya keheningan alam, namun semua tak pernah menyurutkan kehendak setiap insan untuk tetap berkerja sama dan terus meraih tujuan yang telah ditetapkan sebagai lonjakan kehidupan.
Kata-kata yang sulit diucapkan memang berjalan di atas kehendak sendiri membuat segalanya terasa ringan di pundak ini. Meniti waktu demi waktu pagi dengan kantuk yang begitu menyengat, menyebrangi liku dusun yang indah dipandang mengawali hari-hari untuk bercerita tentang kehidupan yang penuh hikmah. Sampailah aku di tempat dimana anak adam dan hawa akan mengamalkan ilmu-ilmu yang telah didapatkannya, secuil namun akan terasa berarti bila semua itu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dalam waktu 26 hari. Hanya 26 hari kebersamaan sekelompok  anak manusia yang aku namai “Great Team”. Sebuah tim yang besar nan kompak dengan berbagai latar belakang yang berbeda, dari berbagai kemampuan yang luar biasa, serta berbagai macam pikiran cerdas yang dapat dieksplore untuk keberhasilan program-program demi kebaikan Desa Alaskokon. Desa yang masih memiliki banyak problematika permasalahan yang dihadapi oleh warga Desa Alaskokon.
            Kuawali dengan teriakan semangat, “Kelompok 17 kompak kawan”. Begitulah semboyan anak-anak manusia yang telah disatukan oleh Tangan Allah swt, sehingga berkumpul menjadi sebuah nama kelompok 17, teriakan tersebut diucap ketika selesai evaluasi harian atau hanya sekedar untuk memberikan semangat kepada para kelompok. Tak jarang ketika selesai evaluasi, kadang-kadang teriakan itu mlempem kadang-kadang ada yang ngambek. Begitulah tim kita, tim yang kompak untuk membully, tim paling kompak ketika traktiran, tim yang kompak untuk ketawa semalaman. Tapi jangan salah, kita juga kompak untuk bekerja. Mengerjakan proker-proker yang begitu membingungkan yang membuat kita mengeluh lelah, mengeluh lapar, kadang juga merasa jengkel namun tetap tertawa ngakak ala kelompok 17. Sebegitu indahnya nikmat Tuhan yang telah diberikan untuk kita semuanya. Memanfaatkan waktu dengan begitu sempurna pelan tapi pasti, segalanya dilakukan dengan semangat yang membara oleh teman seperjuangan yang begitu hebatnya. Penyelesaian program kerja yang dilakukan dengan perlahan, namun tetap berjalan dengan sempurna. Berkat kekompakan dari teman-teman serta warga masyarakat desa Alaskokon yang begitu antusias mendukung program kerja KKN 17.
            Dimulai dari temu warga, membahas tentang bagaimana program kerja  nantinya yang akan dilaksanakan dan membahas tentang segala macam problematika masyarakat. Bagaimana penyelesaian-penyelesaian nantinya yang akan dilakukan dari hasil pemikiran setiap individu yang cerdas dan kemudian disatukan dengan sebuah kesepakatan yang melewati berbagai macam pertanyaan dan angan-angan. Akankah ini semua berhasil? Hanya kata bismillahirrahmanirrahim yang akan membuka jalan kami.
            Hari-hari berjalan dengan begitu indahnya, indahnya kebersamaan yang kami rasakan hingga bertemu pada hari dimana pelaksanaan program kerja unggulan kami dilaksanakan. Semangat membara pada darah kami, Rabu 18 Januari 2017 (Pembuatan Dodol Jagung), Kamis 19 Januari 2017 (Kerajinan Tangan Kulit Jagung), dan Selasa 24 JanuarI 2017 (Penyuluhan Pupuk Kompos Batang Jagung) dilaksanakan. Rasa takut, cemas, khawatir dan bahagia bersatu dalam jiwa kami. Kesabaran dan kesetiaan kami disinilah benar-benar diuji. Mulai dari kurangnya persiapan, masyaraktnya yang kurang aktif, file yang tidak bisa dibuka, dan terlambatnya proyektor dari pihak sekolah. Subhanallah, ujian sabar yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambanya yang sedang berjuang menakhlukan tantangan hidup untuk lebih mengerti dan memahami bagaimana pentingnya suatu koordinasi. Alhamdulillah, program utama berhasil diselesaikan dengan begitu baiknya. Senyum sumringah menghiasi wajah-wajah para manusia hebat yang sedang berkumpul. Tak lupa foto-foto menjadi program tambahan bagi kelompok “great team” ini apabila program telah selesai dilaksanakan.
           Setelah lelah dalam tubuh kami mulai sedikit hilang, program selanjutnya menunggu. Program kerja pendukung yang banyak melibatkan siswa SD, MTs, dan SMK. Semua bekerja keras dan hingga Alhamdulilah semua berjalan lancar, hingga tak terasa malam perpisahan sudah di depan mata. Malam perpisahan kami, malam yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh kami. Oleh tim kami, rasa senang, bahagia, sedih bercampur dalam diri kami. Haru, entah apa yang dapat aku katakan lagi, perpisahan… selamat berjuang great teamku. Kemenangan dan kenangan kita akan senantiasa berada di hati kita. Selamat berkarir para manusia cerdas

Rabu, 01 Februari 2017

DOKUMENTASI



LOMBA ADZAN

Lomba adzan merupakan program kerja pendukung dari KKN 17 Universitas Trunojoyo Madura 2017 dan merupakan satu-satunya program kerja pada sektor Agama. Di Alaskokon sendiri merupakan sebuah Desa dimana semua warganya mayoritas beragama Islam dan kental dengan tradisi-tradisi ke-agamaannya. Dengan adanya program pendukung lomba adzan ini dijadikan sebagai ajang ﻓَﺎﺳْﺘَﺒِﻘُﻮﺍْ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ (berlomba-lomba dalam kebaikan) terutama juga sebagai sarana mempererat tali silaturrahmi antar warga se-Desa Alaskokon sendiri.

Dalam lomba adzan ini dilaksanakan pada Hari Jumat 20 Januari 2017 Pukul: 13.00-15.00 WIB bertempat di Masjid Taqwimuddin Dusun Sumber Pandan Desa Alaskokon dengan tingkat peserta mulai dari kelas 1-6 SD/MI/Madrasah Diniyah se-Desa Alaskokon dengan delegasi maksimal 3 orang dari setiap lembaga yang mendaftarkan sebagai peserta lomba adzan. Dengan total jumlah peserta yang terdaftar dalam panitia terdapat jumlah peserta 18 orang dari seluruh peserta yang berjumlah 30 orang. Perlombaan ini panitia menyediakan 2 dewan juri yang terdiri dari temen-temen KKN semua yaitu: Juri 1 Sdr. Alfan Fatoni dan Juri 2 Sdr. Mohammad Jirjis.

Dalam kali ini panitia menentukan tata tertib perlombaan antara lain:
Tata Tertib Peserta Lomba
1. Persiapan (sebelum) tampil :
  1. Peserta Lomba sudah berada di arena lomba 30 menit sebelum acara dimulai dan boleh didampingi oleh orang tua atau guru.
  2. Peserta lomba diharapkan menggunakan pakaian yang rapi dan sopan.
  3. Peserta mendapatkan nomor pada saat daftar ulang dan daftar ulang dilakukan di tempat lomba.
  4. Peserta lomba dipanggil berdasarkan nomor undian yang bersangkutan.
  5. Peserta yang belum hadir pada saat pemanggilan pertama (setelah tiga kali pemanggilan), maka akan dilanjutkan ke nomor berikutnya dan peserta yang bersangkutan diletakkan terakhir dan apabila pemanggilan pada urutan terakhir pun belum hadir juga, maka peserta yang bersangkutan dinyatakan gugur.
  6. Peserta lomba dilarang meninggalkan arena lomba tanpa seizin Dewan Hakim atau Koordinator Lomba.
2. Ketika Tampil
  1. Peserta tidak perlu mengucapkan salam baik di awal maupun di akhir penampilan.
  2. Adzan yang dikumandangkan bukan Adzan Shubuh.
  3. Nada lagu yang dipakai bebas sesuai dengan keinginan peserta lomba.
  4. Apabila salah maka tidak ada pengulangan.
 Peserta, Materi dan Aspek serta Skore Penilaian
1.    Peserta Lomba
           Anak-Anak terdiri dari anak-anak usia mulai dari kelas 1-6 tingkat SD/MI.
2.    Materi Lomba
           1)      Materi Pokok         : Lafadz Adzan
           2)      Materi Tambahan  : Do’a sesudah adzan dikeraskan.
 3.    Aspek dan Skore Penilaian

No.
Aspek Penilaian
Penilaian
Maksimal
Minimal
1.
Makhraj dan Tajwid
35
20
2.
Irama dan Suara
35
20
3.
Adab, Kerapihan dan Pembacaan Doa setelah Adzan
30
10

Jumlah
100
50


Dalam pelaksanaan lomba adzan disambut dengan baik oleh tokoh masyarakat, dalam kutipan sambutan yang disampaikan oleh Ust. Zamroni Anwar, S.Pd.I "Lomba adzan ini merupakan program yang bagus untuk mengetahui bakat-bakat dari anak-anak se-Desa Alaskokon sendiri, dan juga dengan adanya perlombaan seperti ini agar dijadikan sebagai ajang berlomba-lomba pada kebaikan jangan sampai dijadikan sebagai bahan permusuhan karena kekalahan".

Panitia lomba adzan mengambil juara 4 besar dari jumlah peserta yang hadir sejumlah 18 orang.







Sambutan Ketua Pelaksana


Sambutan Ust. Zamroni Anwar, S.Pd.I

MC Abi Rohmad




















Kerajinan Kulit Jagung

Kulit jagung sendiri biasanya hanya dibuang dan dibakar saja di Desa Alaskokon sendiri, maka kami menggagas ide agar kulit jagung untuk dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan yang bernilai harga jual tinggi..........

Pelatihan Pembuatan Dodol Jagung

Pembuatan dodol sudah umu dengan menggunakan bahan baku dari tepung ketan saja, tetapi pada Desa Alaskokon kami menggagas ide dengan menambahkan bahan baku dari jagung untuk pembuatan dodol.............