Senin, 06 Februari 2017

CELOTEH KITA

“Great Team in a Great Village”

Oleh Madiah Dp
“Wahai kalian yang telah bersama dalam lingkaran 17 ini, keluarga kecil baru di desa Alaskokon ini, perkataan jelas tak bisa ku ucap untuk menggambarkan semua tentang kalian, hanya sambungan kata kecil yang saya utarakan mempunyai arti yang menceritakan kisah kebersamaan kita. Semua itu, terangkai ketika mata ini melihat sembari bibir ini tersenyum. Ketahuilah, telinga ini akan selalu ingin mendengar tawa kalian, mata ini akan selalu ingin melihat tingkah aneh kalian, kaki ini akan selalu ingin melangkah bersama kalian, dan tangan ini akan selalu ingin bersama kalian ketika memperkenalkan jargon dengan 2 jempol yang terangkat kedepan, SIAPA KITA… 17
Kami berdiri di atas tandusnya tanah berkaratnya musim yang telah berganti dan membuat lemahnya percikan-percikan air yang meneduhkan bumi. Tetesan hanya sebuah harapan bagi suburnya keheningan alam, namun semua tak pernah menyurutkan kehendak setiap insan untuk tetap berkerja sama dan terus meraih tujuan yang telah ditetapkan sebagai lonjakan kehidupan.
Kata-kata yang sulit diucapkan memang berjalan di atas kehendak sendiri membuat segalanya terasa ringan di pundak ini. Meniti waktu demi waktu pagi dengan kantuk yang begitu menyengat, menyebrangi liku dusun yang indah dipandang mengawali hari-hari untuk bercerita tentang kehidupan yang penuh hikmah. Sampailah aku di tempat dimana anak adam dan hawa akan mengamalkan ilmu-ilmu yang telah didapatkannya, secuil namun akan terasa berarti bila semua itu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dalam waktu 26 hari. Hanya 26 hari kebersamaan sekelompok  anak manusia yang aku namai “Great Team”. Sebuah tim yang besar nan kompak dengan berbagai latar belakang yang berbeda, dari berbagai kemampuan yang luar biasa, serta berbagai macam pikiran cerdas yang dapat dieksplore untuk keberhasilan program-program demi kebaikan Desa Alaskokon. Desa yang masih memiliki banyak problematika permasalahan yang dihadapi oleh warga Desa Alaskokon.
            Kuawali dengan teriakan semangat, “Kelompok 17 kompak kawan”. Begitulah semboyan anak-anak manusia yang telah disatukan oleh Tangan Allah swt, sehingga berkumpul menjadi sebuah nama kelompok 17, teriakan tersebut diucap ketika selesai evaluasi harian atau hanya sekedar untuk memberikan semangat kepada para kelompok. Tak jarang ketika selesai evaluasi, kadang-kadang teriakan itu mlempem kadang-kadang ada yang ngambek. Begitulah tim kita, tim yang kompak untuk membully, tim paling kompak ketika traktiran, tim yang kompak untuk ketawa semalaman. Tapi jangan salah, kita juga kompak untuk bekerja. Mengerjakan proker-proker yang begitu membingungkan yang membuat kita mengeluh lelah, mengeluh lapar, kadang juga merasa jengkel namun tetap tertawa ngakak ala kelompok 17. Sebegitu indahnya nikmat Tuhan yang telah diberikan untuk kita semuanya. Memanfaatkan waktu dengan begitu sempurna pelan tapi pasti, segalanya dilakukan dengan semangat yang membara oleh teman seperjuangan yang begitu hebatnya. Penyelesaian program kerja yang dilakukan dengan perlahan, namun tetap berjalan dengan sempurna. Berkat kekompakan dari teman-teman serta warga masyarakat desa Alaskokon yang begitu antusias mendukung program kerja KKN 17.
            Dimulai dari temu warga, membahas tentang bagaimana program kerja  nantinya yang akan dilaksanakan dan membahas tentang segala macam problematika masyarakat. Bagaimana penyelesaian-penyelesaian nantinya yang akan dilakukan dari hasil pemikiran setiap individu yang cerdas dan kemudian disatukan dengan sebuah kesepakatan yang melewati berbagai macam pertanyaan dan angan-angan. Akankah ini semua berhasil? Hanya kata bismillahirrahmanirrahim yang akan membuka jalan kami.
            Hari-hari berjalan dengan begitu indahnya, indahnya kebersamaan yang kami rasakan hingga bertemu pada hari dimana pelaksanaan program kerja unggulan kami dilaksanakan. Semangat membara pada darah kami, Rabu 18 Januari 2017 (Pembuatan Dodol Jagung), Kamis 19 Januari 2017 (Kerajinan Tangan Kulit Jagung), dan Selasa 24 JanuarI 2017 (Penyuluhan Pupuk Kompos Batang Jagung) dilaksanakan. Rasa takut, cemas, khawatir dan bahagia bersatu dalam jiwa kami. Kesabaran dan kesetiaan kami disinilah benar-benar diuji. Mulai dari kurangnya persiapan, masyaraktnya yang kurang aktif, file yang tidak bisa dibuka, dan terlambatnya proyektor dari pihak sekolah. Subhanallah, ujian sabar yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambanya yang sedang berjuang menakhlukan tantangan hidup untuk lebih mengerti dan memahami bagaimana pentingnya suatu koordinasi. Alhamdulillah, program utama berhasil diselesaikan dengan begitu baiknya. Senyum sumringah menghiasi wajah-wajah para manusia hebat yang sedang berkumpul. Tak lupa foto-foto menjadi program tambahan bagi kelompok “great team” ini apabila program telah selesai dilaksanakan.
           Setelah lelah dalam tubuh kami mulai sedikit hilang, program selanjutnya menunggu. Program kerja pendukung yang banyak melibatkan siswa SD, MTs, dan SMK. Semua bekerja keras dan hingga Alhamdulilah semua berjalan lancar, hingga tak terasa malam perpisahan sudah di depan mata. Malam perpisahan kami, malam yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh kami. Oleh tim kami, rasa senang, bahagia, sedih bercampur dalam diri kami. Haru, entah apa yang dapat aku katakan lagi, perpisahan… selamat berjuang great teamku. Kemenangan dan kenangan kita akan senantiasa berada di hati kita. Selamat berkarir para manusia cerdas

0 komentar:

Posting Komentar