Senin, 06 Februari 2017

KEHIDUPAN

CERITA MANISKU DENGAN DESA ALASKOKON, DAN KKN 17


Dalam perjalanan hidup pasti ada yang namanya  guru terbaik, selain dalam hal ilmu pengetahuan dibidang ilmu formal dan non formal ada lagi guru yang tidak pernah kita bisa sadari bahwa itu merupakan guru yang bisa membuat seseorang mengetahui segala hal yang ada di kehidupan nyata yaitu pengalaman, pengalaman merupakan perjalanan hidup yang pasti setiap orang memilikinya, tanpa terkecuali saya dengan sepenggal cerita kecil di desa alaskokon bersama teman-teman baru saya sesama mahasiswa KKN 17 UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Hal ini merupakan cerita sekaligus pengalaman hidup saya yang sebagian besar belum saya jumpai di kehidupan kampus dan yang tidak pernah saya bisa lupakan dalam hidup saya, disini saya banyak belajar bagaimana cara bersosialisasi yang baik di masyarakat dengan mengguanakan adat istiadat serta akhlakul karimah yang baik, banya sekali cerita yang terselip selama satu bulan ini di desa Alaskokon. Waktu singkat yang dilalui selama berada di desa alaskokon bersama masyarakat alskokon yang sudah menganggap anak-anak KKN seperti keluarganya sendiri membuat rasa nyaman berada di desa alaskokon, kehangatan masyarakatnya serta keinginan yang tinggi untuk berubah menjadi masyarakat yang lebih baik membuat saya tersentuh untuk lebih lama lagi mengabdi di desa alaskokon ini. Disini saya hanya bisa menyampaikan sedikit apa yang dibutuhkan masyarakat alskokon dibidang pendidikan yang rata-rata pemudanya  mempunyai  semangat yag tinggi supaya bisa mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak hanya putus di tingkat sekolah SMK/SMA dengan memberikan harapan besar berupa bantuan gratis untuk bisa kuliah di UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Selain dari masyarakat alaskokon, teman-teman baru saya sesama mahasiswa KKN selama melakukan pengabdian telah membuat pengalaman hidup dalam pengabdian yang saya  laksanakan semakin berwarna susah senang kita lalui bersama di posko KKN. Kesalah fahaman pasti terjadi pada setiap kelompok yang dikarenakan banyaknya pemikiran yang berbeda-beda, tetapi hal seperti itulah yang membuat semua perjalanan selama satu bulam pengabdian menjadi warna sekaligus rasa manis tersendiri didalam pengalaman hidup saya. Untuk sahabatku dan masyarakat alaskokon yang saya cintai, saya  ucapakan banyak terimakasih atas warna yang telah kalian berikan dalam kehidupan saya yang selamanya tidak akan pernah saya lupakan.

0 komentar:

Posting Komentar